BOGORBARATKITA.COM — Panggung Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Leuwiliang kali ini terasa berbeda. Di tengah deretan figur pemuda yang didominasi laki-laki, muncul satu nama yang menyita perhatian publik: Heni Suheni, S.Pd.
Bukan sekadar pelengkap kuota perempuan, Heni turun gelanggang dengan rekam jejak mentereng. Sebagai Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Bogor, kapasitas kepemimpinannya sudah teruji di level kabupaten. Kehadirannya membawa narasi baru: bahwa KNPI Leuwiliang membutuhkan sentuhan kepemimpinan yang lebih humanis, inklusif, dan mengayomi.
“Perempuan memimpin bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi untuk melengkapi perspektif yang sering terlewatkan. KNPI adalah rumah besar, dan rumah yang nyaman butuh sentuhan seorang ibu yang mampu merangkul semua anak-anaknya tanpa pilih kasih,” ujar Heni dalam keterangannya.
Langkah Heni ini dinilai sebagai representasi Perempuan Berkemajuan. Ia menawarkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan otot dan retorika, tetapi juga empati dan kepekaan sosial. Pengalamannya menahkodai organisasi perempuan muda Muhammadiyah se-Kabupaten Bogor menjadi jaminan bahwa ia memiliki manajemen organisasi yang rapi dan visi yang jauh ke depan.
Majunya Heni Suheni menjadi simbol bahwa ruang pengabdian di KNPI Leuwiliang terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kapasitas, tanpa memandang gender. Sosoknya diharapkan mampu meredakan ketegangan antarkelompok dan membawa KNPI Leuwiliang menjadi wadah kolaborasi yang sejuk dan produktif.
Posting Komentar untuk "Bukan Sekadar Kuota, Heni Suheni Tawarkan Kepemimpinan Humanis di KNPI Leuwiliang"